Jika Suatu Hari Aku Tidak Bangun Lagi

 

Barangkali dunia tidak akan bergetar. Hanya udara yang sedikit lebih hening, dan langit yang lupa menyalakan birunya. Tidak ada berita, tidak ada dering, hanya sebuah tubuh yang akhirnya memilih istirahat setelah sekian lama memikul terlalu banyak hal yang tidak bisa dijelaskan.

Aku selalu berpikir, ketika seseorang pergi, yang paling menyakitkan bukanlah kepergiannya, tapi saat menyadari bahwa dunia ternyata tetap berjalan. Orang-orang tetap makan, tertawa, bercanda, dan menggulir layar tanpa tahu ada hati yang perlahan padam di suatu tempat.

Dulu aku sering membayangkan rumah sebagai tempat untuk pulang. Tapi seiring waktu, rumah berubah menjadi kata kerja sebuah proses mencari, bukan tempat tinggal. Dan aku, mungkin terlalu lama berjalan dengan harapan yang tidak pernah benar-benar punya kaki.

Ada saat-saat di mana tubuhku hanya ingin diam, tapi pikiranku berkelana jauh. Ke masa kecil yang dingin, ke ruang keluarga yang sunyi, ke meja makan yang penuh kursi tapi tak satu pun menatap. Aku belajar bahwa sepi bisa tumbuh di antara orang-orang yang sibuk hidup.

Mereka bilang aku kuat, tapi mereka tidak tahu berapa kali aku hampir menyerah di bawah selimut, menatap langit-langit dan berdoa agar pagi tidak datang. Aku belajar menertawakan sakit, agar orang lain tidak perlu khawatir. Aku menutupi luka dengan senyum, karena ternyata diam bisa lebih sopan daripada meminta dipahami.

Jika suatu hari aku benar-benar tertidur terlalu lama, mungkin itu bukan karena aku lelah hidup tapi karena akhirnya aku merasa cukup. Cukup mencoba, cukup menunggu, cukup berharap seseorang datang menjemput tanpa aku harus berteriak minta tolong.

Jangan menangis jika nanti aku sunyi, karena aku sudah lama sendirian. Aku hanya berpindah tempat dari dunia yang tak lagi mengenalku ke ruang yang, semoga, lebih tenang.

Dan bila angin tiba-tiba berbisik di jendela malammu, jangan takut. Itu hanya aku, mencoba kembali memeluk dunia yang dulu tidak sempat kupeluk dengan cukup lembut.


Comments

Popular posts from this blog

FILM SISA YANG BERLAYAR

Aliran Darah yang Tak Pernah Usai

Bara yang Dingin di Tanah Madinah