Aku Belajar Move On, Tapi Tidak Terburu-Buru

 

Aku tidak lagi ingin melupakan seseorang dengan tergesa-gesa.

Dulu, setiap kali terluka, aku ingin semuanya cepat selesai hatiku bersih, pikiranku tenang, hidupku kembali seperti semula. Tapi sekarang aku tahu, tidak ada yang instan dalam proses pulih. Bahkan bunga pun butuh waktu untuk mekar, dan hati juga perlu waktu untuk belajar bernafas tanpa nama seseorang di dalamnya.

Aku masih kadang mengingat dia.

Masih kadang mendengar suaranya di kepala, bahkan saat aku tahu dia bukan milikku lagi. Tapi kali ini berbeda. Aku tidak marah pada diriku. Aku biarkan kenangan itu datang, duduk sebentar, lalu pergi lagi.

Karena ternyata, yang membuatku dulu sakit bukan karena aku ingat dia, tapi karena aku melawan ingatan itu.

Sekarang aku tahu, cinta yang sehat bukan tentang menahan seseorang agar tetap di sisi kita.

Cinta yang sehat adalah ketika aku bisa berkata:

"Aku pernah mencintaimu, tapi aku juga berhak mencintai diriku sendiri."

Aku tidak lagi ingin memaksa apa pun.

Tidak ingin menahan siapa pun.

Jika seseorang ingin tinggal, biarlah ia bertahan karena ia memang mau, bukan karena aku menahannya dengan air mata. Dan jika seseorang pergi, aku ingin bisa melepasnya tanpa kehilangan diriku lagi seperti dulu.


Perlahan, aku belajar mencintai dengan cara yang baru lebih tenang, lebih sadar, tanpa takut ditinggalkan.

Aku belajar bahwa cinta sejati tidak membuatku cemas, tidak membuatku merasa tidak cukup. Cinta sejati bukan tentang siapa yang paling bertahan, tapi tentang siapa yang paling memahami bahwa kebahagiaan tidak boleh dibangun dari rasa takut kehilangan.

Mungkin aku belum sepenuhnya sembuh, tapi aku sudah lebih mengerti sekarang.

Bahwa aku tidak perlu menjadi seseorang yang sempurna untuk dicintai, cukup jadi diriku sendiri yang sedang tumbuh, yang sedang belajar, yang sedang berani memulai lagi.


Dan entah bagaimana, kesadaran itu membuatku tenang.

Tidak ada lagi rasa ingin berlari dari masa lalu. Aku biarkan ia duduk di belakang, sebagai pelajaran. Aku berjalan ke depan, bukan untuk menemukan cinta baru secepatnya, tapi untuk menemukan versi diriku yang bisa mencintai dengan cara yang lebih baik.

Comments

Popular posts from this blog

FILM SISA YANG BERLAYAR

Aliran Darah yang Tak Pernah Usai

Bara yang Dingin di Tanah Madinah